Apakah anda masih ingin 15 cara mati miskin seperti yang pernah saya tulis bulan lalu? Itu baru 15, totalnya ada 31 cara mati miskin. Sekarang perhatikan yang sisanya.


  1. Yang ke16.  Terlalu berhati-hati. Orang yang sama sekali tidak ingin mengambil risiko, biasanya terpaksa mengais sisa-sisa hasil pilihan orang lain. Terlalu berhati-hati sama buruknya dengan terlalu berani. Keduanya sama-sama sifat ekstrim yang harus dihindari.
  2. Yang ke 17. Salah memilih rekan bisnis. Ini adalah salah satu penyebab kegagalan bisnis yang paling umum. Dalam menawarkan jasa, kita harus sangat berhati-hati memilih pimpinan yang bisa menjadi inspirasi, yang juga cerdas dan sukses. Kita cenderung meniru orang-orang yang sangat dekat dengan kita. Pilihlah pemimpin yang layak ditiru.
  3. Yang ke 18. Percaya tahayul. Tahayul adalah salah satu bentuk ketakutan. Itu juga merupakan salah satu tanda kebodohan. Mereka yang berhasil terus berpikiran terbuka dan tidak takut pada apa pun.
  4. Yang ke 19. Pemilihan pekerjaan yang salah. Tidak ada orang yang bisa berhasil dalam perkerjaan apapun yang tidak disukainya. Langkah paling menentukan dalam menawarkan jasa anda adalah memilih pekerjaan yang bisa anda laksanakan sepenuh hati.
  5. Yang 20. Kurangnya usaha keras. Orang yang “mampu melakukan segalanya” biasanya tidak benar-benar ahli melakukan satu hal saja. Konsentrasikan segenap usaha anda pada satu tujuan yang utama.
  6. Yang ke 21. Kebiasaan menghamburkan uang. Seorang pemboros tidak mungkin berhasil karena dia selamanya dibayangi oleh ketakutan akan kemiskinan. Biasakan menabung secara sistimatis, dengan menyisihkan beberapa persen penghasilan anda. Uang disimpan di CU memberi anda dasar keberanian saat anda menawarkan layanan jasa. Tanpa uang, seseorang akan terpaksa menerima tawaran apa saja yang dilemparkan kepadanya, dan tidak boleh mengeluh.
  7. Yang ke 22. Kurangnya antusiasme. Tanpa antusiasme, seseorang tidak bisa tampil meyakinkan. Selain itu, antusiasme mudah menular, dan orang yang memiliki sekaligus mengendalikannya, biasanya mudah diterima dalam kelompok manapun juga.
  8. Yang ke 23. Tidak toleran. Orang yang berpikiran tertutup saat berhadapan dengan topik apapun sangat jarang bisa maju. Kurangnya toleransi berarti seseorang telah berhenti mencari pengetahuan. Bentuk intoleransi yang paling merusak biasanya berkaitan dengan agama, ras, dan perbedaan pandangan politik.
  9. Yang ke 24. Tanpa perhitungan. Bentuk-bentuk tindakan tanpa perhitungan yang paling merusak biasanya berkaitan dengan makan, minuman keras, dan aktivitas seksual. Berlebihan melakukan dan mengkonsumsi hal-hal tersebut bisa berakibat fatal bagi keberhasilan.
  10. Yang ke 25. Tidak bisa bekerjasama dengan orang lain. Semakin banyak orang yang kehilangan jabatan dan kesempatan besar dalam hidup karena kesalahan yang satu ini daripada semua alasan lain yang digabungkan. Ini sebuah kesalahan yang tidak akan ditolerir pebisnis atau pemimpin cerdas manapun.
  11. Yang ke 26. Memiliki kekuasaan yang bukan dari hasil usaha sendiri. Yang masuk dalam kategori ini adalah anak-anak orang kaya, dan orang-orang lain yang mewarisi uang yang tidak mereka cari sendiri. Kekuatan yang ada di tangan orang yang tidak memperolehnya dengan susah payah sering berakibat fatal bagi keberhasilan (kekayaan yang datang dalam sekejab lebih berbahaya daripada kemiskinan).
  12. Yang ke 27. Kebohongan yang disengaja. Tidak ada hal yang bisa menggantikan kejujuran. Seseorang bisa saja berbohong karena dipaksa oleh keadaan yang di luar kendalinya, tanpa menyebabkan efek buruk yang permanen. Tapi tidak ada harapan bagi orang yang sengaja berdusta. Cepat atau lambat, kejahatannya akan terungkap, dan dia akan membayar perbuatannya dengan kehilangan nama baik, dan mungkin, bahkan kehilangan kebebasan.
  13. Yang ke 28. Egoisme dan kesombongan. Kedua sifat ini adalah lampu merah yang memperingatkan agar orang lain menjauh. Sangat fatal bagi keberhasilan.
  14. Yang ke 29. Menebak-nebak, bukan berpikir. Kebanyakan orang terlalu acuh tidak acuh atau malas untuk mencari kenyataan yang bisa dipertimbangkan dengan akurat. Mereka memilih bertindak berdasarkan “pendapat” dari hasil tebak menebak atau pengambilan keputusan yang terburu-buru.
  15. Yang ke 30. Kekurangan modal. Inilah penyebab kegagalan yang sering menimpa mereka yang baru pertama kali mulai berbisnis, tanpa modal cadangan yang memadai untuk mengurangi syok saat melakukan kesalahan, sekaligus untuk memuluskan jalan sampai mereka bisa meraih reputasi yang bagus.
  16. Yang ke 31. Pada poin ini, sebutkan penyebab kegagalan  apa pun yang pernah menimpa anda dan belum dimasukan dalam daftar di atas.

Anda sudah membaca dan menyerah seluruh isi pesan di atas? Apakah anda merasa ada yang sungguh-sungguh menyentuh anda dan menjadi biang keladi perasaan gagal anda? Saya menyarankan anda membacanya berulang-ulang jika anda ingin terbang tinggi dalam hidup. Memang manusia tidak sempurna, tapi janganlah terlalu payah. Bukankah begitu?***