Sekolah lapangan kelapa sawit adalah proses pendampingan kepada kelompok petani, dalam melakukan pemeliharaan dan pengelolaan kebun kelapa sawit yang memperhatikan aspek keberkelanjutan, sesuai dengan standar RSPO (Roundtable on Sustenable Palm Oil) dalam bentuk belajar bersama di lapangan, mengamati dan melakukan penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan budidaya Kelapa Sawit. Sekolah lapang memiliki Visi: “Menjadi Petani Kelapa Sawit Mandiri Berstandar RSPO.” Misi: Sekolah Lapangan Kelapa Sawit adalah salah satu program kerja CU Keling Kumang yang menjawab Misi dari CU keling Kumang (Menyediakan pelayanan keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan standar hidup). Sekolah Lapang bertujuan menjadikan petani sebagai Manager di kebunnya sendiri  dalam melakukan pemeliharaan dan pengelolaan kebun sawit (Bukan dari kata Orang). Ada beberapa tahapan proses sekolah lapangan kelapa sawit sebagai berikut:

a. Curah Pendapat

Berbagi pengalaman antara sesama petani dan juga Trainer, untuk mengumpulkan informasi penting (pengalaman, masalah) yang sering di jumpai dalam hal melakukan pemeliharaan dan pengelolaan kebun kelapa sawit, supaya bisa di tindak lanjuti dan di selesaikan.

b. Diskusi

Mengumpulkan informasi, dan penyampaian hasil pengamatan di lapangan. Dengan tujan untuk mengetehui tindak lanjut yang harus di lakukan.

c. Penjelasan

Menyampaikan tentang praktik pemeliharaan dan pengelolaan kebun kelapa sawit yang baik dan benar dengan memperhatikan sistim keberlanjutan sesuai dengan standar Prinsip dan Kriteria RSPO

d. Praktek

    Menerapkan hasil yang di sampaikan dari Pengamatan, Diskusi dan penjelasan terhadap pemelehiaraan dan pengelolaan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan.Selain tahapan proses, ada persyaratan untuk menjadi anggota sekolah lapangan kelapa sawit yaitu:

a. Anggota CU Keling Kumang ; Karena pelatihan yang diberikan khusus kepada anggota CUKK sebagai wujud pelayanan terhadap Anggota. Bukan program dari pemerintah dan tidak di pungut biaya.

b. Kebun Kelapa Sawit ; Bagi Anggota CUKK yang sudah memiliki kebun kelapa sawit Mandiri dan Plasma. Dan bagi anggota CUKK yang berkeinginan membuka kebun kelapa sawit mandiri juga bisa membentuk kelompok sekolah lapangan kelapa sawit. Memiliki lahan untuk di jadikan tempat praktek, untuk kelompok belajar sekolah lapangan kelapa sawit (bagi yang belum memiliki lahan bisa bergabung dengan yang sudah memiliki lahan)

c. Komitmen ; Siap meluangkan waktu 2-3 jam untuk mengikuti pertemuan dilapangan.  Pertemuan di lapangan 1 minggu sekali (1 materi 1 kali pertemuan), 1 fase pertemuan ada 12 materi. (masing-masing Fase TBM 12 materi dan TM 12 materi).


    Selanjutnya tindak lanjut dari sekolah lapangan kelapa sawit yaitu: alumni sekolah lapangan kelapa sawit tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS KK). Dan akan terus ada pendampingan sesuai dengan program kerja dari APKS KK. APKS KK adalah Asosiasi Petani Kelapa Sawit binaan Keling Kumang, yang di bentuk pada 24 juni 2015, kepengurusannya dilakukan oleh petani kelapa sawit yg sudah tamat mengikuti Sekolah lapangan kelapa sawit di bawah naungan Koperasi K77 dan pengawasan Keling Kumang Group, dengan status kedudukan di Kabupaten Sekadau.