Tahun ini sangat berbeda dari sebelumnya, karena tanggal 17 Maret 2018 adalah Rapat Pleno dan Invictus Award Keling Kumang Group. Artinya seluruh staf dari unit-unit Keling Kumang Group ikut mengisi acara tersebut. Pleno Aktivis Keling Kumang Group dan Invictus Award dilaksanakan di Kantor Pusat CU Keling Kumang, Sabtu (17/03/2018).

Rapat Pleno diisi dengan pemaparan oleh beberapa orang terpercaya Keling Kumang Group. Dimulai dari Ketua Panitia yaitu Pak AdilBertus yang juga menjabat sebagai Direktur Yayasan Pendidikan Keling Kumang. Beliau berharap semua peserta dapat mengikuti acara dengan hikmat. Selain itu mewakili dari panitia, sangat memohon maaf bila di dalam acara ada kekurangan-kekurangan.

Setelah Ketua Panitia, Pak Valentinus selaku CEO CU Keling Kumang menyampaikan beberapa hal. Pak Valentinus mengapresiasi dekorasi panggung, terutama tema acara tahun 2018. New strategy needs new people berarti bahwa staf yang bersedia untuk meninggalkan kebiasaan lama dan siap menjadi staf baru membentuk strategi baru demi tumbuh kembang lembaga. Mutasi bukanlah suatu ancaman kerja bagi seseorang yang ingin berkembang.

Hal tersebut didukung oleh penyampaian dari Pak Itoi Thomas Aquino selaku HCMD Manager. Pada tanggal 1 Maret adalah suatu momen kegalauan bagi seluruh staf. Pada dasarnya hal tersebut adalah wajar. Staf dan kantor harus mendapat penyegaran agar tidak monoton. Beberapa hal mengenai peraturan dan kebijakan staf tidak terlalu banyak berubah. Hanya saja staf harus lebih respect terhadap staf yang lain, apalagi staf yang lebih tua.

Pak Yohanes Rumpak selaku Managing Director Keling Kumang Group memperkenalkan generasi milenial dalam kata sambutannya. Selain itu, staf harus memiliki jiwa pemimpin. Pemimpin yang baik harus memiliki 5 hal yaitu, purpose (tujuan), servants (melayani) , sacrifice (pengorbanan), character (karakter), competency (kompetensi). Managing Director lulusan Universitas Tanjung Pura ini pun menyampaikan bahwa Keling Kumang Group akan membuka unit-unit baru di tahun ini. Strategi barunya yaitu perlu pendekatan kepada pemerintah. Oleh karena itu, beliau memberanikan diri untuk ikut dalam pemilihan anggota legislatif.

Rapat pleno dibuka oleh Pak Mikael, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengurus Keling Kumang Group. Dalam sambutannya, beliau terus mendorong staf untuk mensukseskan event-event KKG. Apalagi saat ini dalam rangka ulang tahun CUKK yang ke 25 tahun. Sebagaimana hasil Rapat TB 2017 memutuskan bahwa Yohanes Rumpak ikut dalam Pemilu 2019. Dosen Universitas Panca Bhakti ini juga membawa seluruh staf untuk mendukung Pak Yohanes Rumpak maju dalam pemilihan anggota DPRD Provinsi Tingkat I Kalimantan Barat. Karena hal tersebut dapat mengembangkan sayap Keling Kumang Group di Kalimantan Barat.

Tak lupa Pak Munaldus sebagai pendiri dan penasehat Keling Kumang Group menyampaikan beberapa hal. Dukungannya bagi Yohanes Rumpak, event-event Ulang Tahun Perak CU Keling Kumang, dan Ladja Award bagi pengurus /pengawas yang berjuang demi Keling Kumang Group. Staf harus sungguh-sungguh ikut ambil andil dalam kemajuan Keling Kumang Group karena berkaitan dengan kepentingan bersama.

Rapat Pleno ditutup dengan presentasi oleh 2 tokoh yang sangat berpengaruh di bidang politik dan agama. Mengingat Keling Kumang Group ikut ambil bagian dalam politik, maka 2 tokoh ini menjadi asupan yang sangat luar biasa. Agar ke depannya Keling Kumang Group melahirkan tokoh-tokoh yang luar biasa.

Pak Lasarus, S.Sos., M.Si selaku Wakil Ketua Komisi V DPR RI memberikan arahan dalam berpolitik yang benar. Seorang politisi harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Pria kelahiran Sintang ini juga menambahkan bahwa Pancasila menjadi dasar dalam berpolitik. Karena setiap sila mengandung dampak yang luar biasa. Jangan sampai mengikuti arus yang tidak benar dan akhirnya ada konsekunsi buruk untuk politisi.

Tak lupa Romo Antonius Benny Susetyo Pr menekankan dua hal demi kelangsungan politik di dalam sebuah lembaga seperti Keling Kumang Group. Pertama adalah jaringan. Keling Kumang Group harus memiliki jaringan dengan sistem ekonomi rakyat. Apalagi Keling Kumang Group memiliki visi dan misi yang luar biasa. Kedua adalah menciptakan branding yang baik. Efeknya akan mengubah pandangan setiap orang. Bila ke dua hal ini dapat terakomodir dengan maksimal, maka sistem politik tidak hanya berupa kekuasaan namun aplikasi Pancasila. Pancasila adalah ideologi yang mengayomi semuanya serta menjadi roh, demokrasi di dalamnya adalah situasi yang harus mengalami banyak efek dan persoalan.

Invictus Awards menjadi ajang penantian untuk melihat kinerja seluruh staf Keling Kumang Group. Acara ini dibuka oleh perwakilan dari Bupati Sekadau yang berhalangan hadir, yaitu Bapak Bambang. Selaku bagian dari pemerintahan, beliau berharap Keling Kumang dapat terus menjalankan lembaga yang sehat. Bahkan dari pemerintahan akan terus membantu di setiap kebutuhan Keling Kumang Group.

Penghargaan tidak hanya untuk CU Keling Kumang pada tahun ini, namun semua unit di bawah naungan Keling Kumang Group. Staf yang menang dalam tiap kategori menjadi harapan agar lebih meningkatkan kinerja. Sedangkan untuk staf yang belum masuk dalam nominasi, berharap untuk mengejar ketertinggalan.

Ikuti proses emas! Emas menjadi murni dan semakin berkilau apabila ditempa oleh panas api. Istilah ini merujuk pada sesuatu yang ingin seperti emas. Dimana emas memiliki nilai yang sangat mahal di pasaran.

Keling Kumang Group harus menjadi emas. Walaupun sangat menyakitkan, namun harus tetap bertahan. Emas itu dapat berupa staf, strategi, atau pun lembaga itu sendiri. Karena apa pun itu, akan singkron dengan tema “New Strategy Needs New People”. Semoga kita semua terus berusaha menjadi emas bernilai tinggi. Salam Invictus!