Gendut itulah nama panggilan yang biasa disapa kawan-kawan dan kerabat keluarga dikampungnya. Stepanus merupakan seorang pekerja tanpa mengenal Lelah. Stepanus dan keluarga bekerja di sebuah perusahaan yang terletak di daerah Kelam. Ketika pertama kali bekerja, Ia dipercayakan oleh perusahaan sebagai mandor produksi sebelum pindah sebagai mandor penanganan hama dan penyakit.

Setelah sekian lama Stepanus berkarya diperusahaan sebagai Mandor, Ia mulai berfikir dan mengambil langkah untuk memulai berkebun sendiri supaya ada penambahan pengasilan untuk keluarganya. Awalnya Stepanus kebingungan mencari informasi tempat penjualan benih atau kecambah sawit, pada suatu ketika datang seorang penjual kecambah sawit keliling dikampungnya, Gendut pun langsung ambil keputusan untuk membeli benih tersebut dengan modal hasil bekerja sebagai mandor. Ia mengatakan “Dengan modal nekat berkebun sawit, perekonomian keluarga semakin meningkat, tuturnya ketika diwawancara”.

Dari kesibukannya di sebuah perusahaan tempat bekerja, Bapak dua orang anak ini pun, mulai memikirkan hasil panen sawitnya setiap bulan. Singkat cerita hasil panen pertama Stepanus berkisar 1 sampai 1,5 ton dari luas lahan sebanyak 2,5 hektar yang sudah produksi dan masih ada 1 hektar belum menghasilkan. Sekarang panennya pun meningkat sehingga membuat banyak sahabat dan dan keluarga ingin memiliki kebun sawit mandiri yang selama ini menjadi impian keluarga. Sekolah lapangan (SL) menjadi tempat Stepanus memperdalam ilmu sawit. Hal itu berkat bantuan Emprik sebagai Pangkalan Kolektor (PK) CU Keling Kumang. “Kegiatan SL sangat disambut baik oleh warga setempat yang selama ini diharapkan memberikan informasi tentang perkebunan sawit”. Tutur Emprik ketika melakukan sosialisasi SL di Balai Dusun pada saat itu.

Harapan Stepanus tidak hanya pendampingan saja yang diadakan CU Keling Kumang, ia juga mengharapkan ada sebuah pabrik yang disediakan untuk petani swadaya agar tidak hanya mengandalkan mengelola kebun tetapi penampungan hasil juga ada.

Stepanus mengatakan saat ini dia menjual hasil produksi di pengumpul yang datang langsung ke tempatnya, dari hasil yang didapatkan ia sangat bersyukur ada pengasilan tambahan sehingga keperluan keluarga tidak terlalu sulit walaupun harus terus berjuang. Selain berkebun karet berkebun sawit juga penting, sehingga kita tidak terus menerus mengandalkan satu komoditas saja. Sawit bisa mengubah kehidupan yang semakin membaik . (BD. FFS)