Dibuatnya Nota Kesepahaman (MoU) antara Keling Kumang Group (KKG) dengan IDEA Institut De EurnesiA, menjadi terobosan baru bagi KKG di bidang pendidikan. IDEA Institut De EurnesiA ini, adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang penyelenggaraan studi ke perguruan tinggi di luar negeri (overseas higher education preparation service) khusus di Jerman.

Isi MoU ini pada intinya mencakup penyelenggaraan program pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta pendanaan program. Bagi KKG, MoU ini termasuk dalam koridor salah satu pilar dari lima pilar Credit Union Keling Kumang (CUKK), yaitu pendidikan. Presentasi dan penandatangan MoU ini, diselenggarakan di meeting room CUKK, baru-baru ini.

Dalam hal ini, pihak KKG diwakili oleh Ketua Pengurus KKG/CUKK Mikael dan Managing Director (MD) KKG Yohanes Rumpak, serta dari pihak IDEA Institut De EurnesiA langsung diwakili oleh Founder/Chief Executive Officer (CEO) Johanes Kembuan dan Anna Maria Irianti. Peristiwa ini juga disaksikan oleh sejumlah pengurus KKG dan CEO CU Keling Kumang Valentinus.

Karena MoU ini terkait dengan kegiatan pendidikan, turut hadir juga Adilbertus AS yang mewakili Yayasan Pendidikan Keling Kumang (YPKK). YPKK adalah Badan Penyelenggara dari Sekolah Menengah Kejuruan Keling Kumang (SMK KK) Sekadau, dan sekarang tengah berjuang untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi dengan konsentrasi vokasi.

Menurut Mikael, MoU ini penting bagi perkembangan sumber daya manusia, mengapa harus ke Jerman, karena banyak sekali pilihan perguruan tinggi di Jerman. Ada 25 Universitas di Jerman yang namanya bertengger secara konsisten dalam 300 Universitas Terbaik Dunia. Tidak heran jika Jerman menjadi incaran favorit calon mahasiswa internasional dan Indonesia. Dalam MoU ini, SMK Keling-Kumang nantinya akan dijadikan sebagai Kalbar Deutsch Prep & Test Centre.

Mahasiswa internasional setelah lulus studi universitas di Jerman, memperoleh fasilitas ijin tinggal sementara selama 18 bulan untuk mencari pekerjaan. Izin tinggal tetap dapat diberikan apabila yang bersangkutan diterima sebagai karyawan penuh, dengan gaji rata-rata € 42.000 per tahun pada periode awal mulai bekerja.

“Jerman menawarkan standar kualitas hidup tinggi dengan biaya hidup relatif ringan dan biaya studi yang sangat rendah, bahkan gratis. Maka jika dibandingkan dengan studi di negara-negara terkemuka lain, seperti USA, Inggris, Australia, Singapura dan Jepang, memilih studi keluar negeri di Jerman adalah keputusan bijak”. tutur Mikael.

Ditempat yang sama, Yohanes Rumpak juga turut menjelaskan tentang pentingnya MoU ini. Dikatakannya, bahwa karena kelebihan-kelebihan studi di Jerman maka untuk memperoleh peluang studi disana menjadi tantangan tersendiri. Tantangan terberat yang dihadapi, adalah bagaimana dapat bersaing dengan calon mahasiswa dari negara-negara lain.

Masih menurut Yohanes, dengan adanya Kalbar Deutsch Prep & Test Centre, waktunya akan lebih efisiensi bagi siswa. Khususnya bagi peserta dari SMK KK, karena dapat langsung kuliah di tahun yang sama dengan tahun kelulusan. Mengikuti Prep & Test juga akan menghemat biaya satu tahun biaya. Selain itu, para orang tua siswa dapat memantau progres pelatihan persiapannya. Karena pelaksanaan pelatihan dan persiapannya dilakukan pada hari-hari belajar sebelum berangkat ke Jerman.

Dengan menjadikan SMK KK sebagai Kalbar Deutsch Prep & Test Centre, dapat meningkatkan nilai reputasi dan kredibilitas SMK KK dalam kelengkapan fasilitas pembelajaran. Khususnya untuk para siswa yang telah merencanakan studi lanjut ke Jerman. Kehadiran siswa-siswa dari sekolah lain tinggal menyesuaikan.

“Satu hal lagi yang boleh di pandang penting. Yaitu, dengan mengikuti Progres Pelatihan dan Persiapan, kemungkinan siswa akan drop-out karena alasan akademik akan sangat minim,” pungkas Yohanes. (Kris lucas).