Saya sering merenung sendiri atas dua pertanyaan ini: waktu adalah uang atau otak adalah uang? Kita sudah terlanjur percaya bahwa waktu adalah uang. Kalau dipikir-pikir keduanya benar. Saya lalu bertanya lagi, kalau begitu mana yang paling benar? Dari banyak bacaan saya tentang Ilmu Berpikir, saya sampai pada kesimpulan bahwa yang paling benar adalah “otak adalah uang.” Kalau andakeberatan tidak jadi masalah.

Banyak orang menyia-nyiakan otak mereka. Para ahli mengatakan bahwa otak dan pikiran (mind) seperti kendaraan dan penumpangnya. Otak adalah kendaraan dan pikiran (mind) tadi menumpang di kendaraan tersebut. Jadi, orang-orang berhasil karena ia berhasil memilih penumpang (pikiran) yang baik-baik, yang positif. Jika penumpangnya banyak yang negatif, maka orang tersebut dipastikan akan gagal dalam hidup.

Jadi, berhati-hatilah mencari penumpang, karena penumpang yang brengsek akan menyusahkan kendaraan anda. Otak anda. Hati-hati memilih pikiran anda, karena pikiran-pikiran negatif akan membuat anda sengsara. Orang baik, cara berpikirnya baik. Sebaliknya orang jahat, cara berpikirnya jahat. Kedua cara berpikir di atas akan membawa orang ke tempat yang sama sekali berbeda.

Itu sebabnya para ahli berpikir membuat kesimpulan: “Jika anda mengubah cara berpikir anda, maka keyakinan anda akan berubah. Ketika keyakinan anda berubah, maka harapan (ekspektasi) anda akan berubah. Bila harapan (ekspektasi) anda berubah, maka sikap anda berubah. Bila sikap anda berubah, maka perilaku anda ikut berubah. Kalau perilaku anda berubah, maka kinerja (prestasi) anda berubah. Akhirnya, jika kinerja (prestasi) anda berubah, maka hidup (nasib) anda akan berubah.” Inilah salah satu temuan paling dahsyat seperti yang ditulis oleh John C. Maxwell dalam bukunya Berpikir dan Berubah. Apakah anda mau menerapkan hukum alam di atas untuk mencapai keinginan atau mimpi besar anda? Itu terpulang kepada anda sendiri.

Terhadap hal di atas Napoleon Hill menyusun Puisinya....

Kalau Anda berpikir Anda telah kalah, maka Anda benar-benar kalah.

Kalau Anda berpikir Anda tidak berani, maka Anda tidak akan berani.

Kalau Anda ingin menang, tapi merasa Anda tidak mampu, maka nyaris pasti bahwa Anda akan gagal.

Kalau Anda merasa akan kalah, maka Anda sudah kalah karena di seluruh dunia ini kita telah melihat

bahwa keberhasilan diawali dengan niat seseorang segalanya tergantung pada kekuatan pikiran.

Kalau anda berpikir anda kalah pengaruh, maka benarlah itu,

Anda harus berpikir tinggi untuk menaikan status,

Anda harus yakin pada diri sendiri sebelum

Anda bisa memenangkan apapun.

Pertarungan hidup ini tidak selamanya dimenangkan oleh orang-orang yang lebih cepat atau kuat,

tapi cepat atau lambat, orang yang menjadi pemenang Adalah orang YANG BERPIKIR BAHWA DIA MAMPU!***