“Ini adalah sebuah terobosan baru. Biasanya, pelatihan yang diselenggarakan Keling Kumang Group hanya untuk para anggota Keling Kumang. Namun dalam pelatihan ini, seluruh pesertanya adalah anak para anggota CU Keling Kumang.” Begitu, Hilarius Gimawan mengawali sambutannya dalam acara penutupan Pelatihan Bengkel Motor kerjasama Astra Honda Motor dan Keling Kumang group (KKG) Angkata Ke-II di Tapang Sambas.

Setelah berjalan sepekan, Program Pengembangan Generasi Muda Pendidikan dan Latihan Ketrampilan (PPGM-PLK) Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) Angkatan Ke-II di Tapang Sambas ini, ditutup pada hari Sabtu (20/10/2018).

Hilarius Gimawan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Managing Director KKG berharap, para lulusan pelatihan ini nantinya bukan hanya menjadi pekerja yang trampil. Namun mampu membuka bengkel sendiri dan menjadi seorang entrepreneur sukses. Tentang modal usaha, bisa datang ke CU Keling Kumang.

“Untuk menuju sebuah keberhasilan, biasanya faktor pendidikan dan pelatihan hanya menyumbang sekitar 10 persen saja. Setelah itu tergantung kepada diri masing-masing dan semuanya harus berproses,” pungkasnya.

Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Adilbertus. AS, Angkatan Ke-I pada bulan Juli lalu, kuotanya hanya 27 orang yang daftar melebihi dari itu. Sehingga KKG memohon kembali kepada YAHM agar ada Angkatan Ke-II. Untuk Angkata Ke-II ini, jumlah pesertanya ada 40 orang yang terbanyak dari Sintang dan Sekadau. Jika pada angkatan Ke-I semua biaya ditanggung oleh YAHM, untuk Angkatan-II ini 70 persen dari YAHM dan 30 persen dari KKG.

Dalam kegiatan ini pihak YAHM mengirimkan tiga orang instruktur dari Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Dan untuk kegiatan praktek, disediakan lima unit sepeda motor kondisi 80 persen termasuk yang jenis teknologi injeksi. Setelah usai dipergunakan untuk praktek, sebagaimana pada Angkatan-I sebelumnya, semua sepeda motor ini dihibahkan kepada Sekolah Menengah Kejuruan Keling Kumang (SMK KK) jurusan Teknik Sepeda Motor.

Masih menurut Adilbertus, seiring dengan telah adanya Jurusan Teknik Sepeda Motor di SMK KK, ke depan program ini tidak akan ada lagi. Bagi para peserta yang akan melanjutkan magang di bengkel-bengkel AHASS, silahkan mendaftarkan diri di Human Capital Management (HCM) nya KKG.

“Lulusan pelatihan ini diharapkan tidak hanya akan menjadi trampil, namun menjadi orang-orang yang baik. Oleh sebab itu dalam pelatihan ini ada juga materi bela negara dari TNI, disiplin dalam berlalu lintas dari Satuan Lalu-Lintas Polres Sekadau serta pendidikan moral dari Kantor Kementerian Agama,” ucap Adilbertus.

Menurut pengawas kegiatan dari YAHM, Subiyanto Suwitoprandjono, kegiatan ini baru pelatihan dasar. Sedapatnya para peserta harus melakukan magang di bengkel resmi AHASS. Subiyanto juga menginformasikan, bahwa Astra Honda Motor bukan hanya punya program pelatihan perbengkelan saja. Masih banyak program pelatihan lainnya. Misalnya, pelatihan mengelas dan keterampilan sablon. “Menurut kacamata YAHM, kegiatan pelatihan bengkel motor ini terbilang sukses,” terangnya.

Informasi tentang adanya program pelatihan keterampilan selain perbengkelan, ditanggapi oleh Pengurus KKG Silvanus Sopian. Dirinya berharap akan ada lagi kerjasama untuk pelatihan-pelatihan keterampilan lainnya. Terlebih setelah kedepan tidak ada lagi pelatihan untuk perbengkelan.

Selain itu Sopian juga berpesan kepada para peserta pelatihan, bahwa para peserta harus bersyukur adanya kerjasama antara YAHM dengan KKG sehingga ada program pelatihan ini. Banyak lembaga lain di Sintang dan Sekadau, namun yang dipilih oleh YAHM adalah KKG.

Usai acara penutupan, Subiyanto sempat menginformasikan kepada IN. Dalam kerjasamanya dengan KKG, saat ini telah diajukan permohonan bantuan beasiswa untuk SMK KK. Ada dua jenis beasiswa. Pertama, yang mengacu kepada prestasi siswa. Dan kedua, kepada para siswa yang tidak mampu namum punya keinginan kuat untuk terus sekolah. “Selain itu, juga sudah diajukan bantuan untuk membangun gedung laboratorium di SMK KK,” terang Subiyanto. (foto/narasi oleh kris lucas).