Berdasarkan tata kelola dan  kebijakan di Keling Kumang Group (KKG) seseorang yang mencalonkan diri pada dunia politik harus membuat izin cuti, maka 01 Oktober 2018 Yohanes Rumpak selaku Managing Director Keling Kumang Group (MD KKG) menyerahkan pelaksana tugas (plt) MD KKG kepada Hilarius Gimawan. Menurut ketua BOD KKG Mikael, pengurus membebas tugaskan Yohanes Rumpak agar fokus dalam melaksanakan kampanye sebagai calon anggota DPRD Provinsi Kalimatan Barat Daerah  Pemilihan (Dapil) 7 melalui partai PDI Perjuangan Nomor Urut 4.

Mikael menambahkan Surat Keputusan (SK) Plt dibuat oleh pengurus dan ditetapkan oleh pengurus sejak tanggal 01 Oktober 2018 s.d 31 Mei 2019. Dengan ditetapkanya SK tersebut maka Hilarius Gimawan resmi menghandle seluruh pekerjaan sebagai Managing Director keling Kumang Group. Kembali Mikael menambahkan Yohanes Rumpak pernah menjabat sebagai Directur Executive WALHI KalBar pada April 2000- April 2006, kemudian menjadi GM CUKK selama 2 periode yaitu dari tahun 2006-2016 dan menjadi MD KKG dari April 2016 sampai masa cuti.

Tujuan Yohanes Rumpak terjun ke dunia politik salah satunya karena melihat secara kelembagaan koperasi tidak dapat dipisahkan dari kepentingan-kepentingan regulasi, sealin itu Yohanes Rumpak juga bertekad memperjuangkan kepentingan masyarakat di wilayah pemilihan khususnya kepentingan para petani melalui legislasi. Kembali Mikael mengatakan salah satu tugas seorang anggota DPRD melakukan pengawasan terkait dengan anggaran dan kebijakan yang sudah disahkan, oleh karena itu harus diawasi lansung oleh anggota DPRD yang berkualitas dan tidak diragukan lagi kesungguhannya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil, hal tersebut terbukti melalui kesuksesan-kesuksesannya mengembangkan ekonomi kerakyatan ketika menjadi GM CU Keling Kumang serta kesuksesannya memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan ketika menjadi Director Walhi Kalimantan Barat.

Mikael menyatakan “tidak ada satu senpun uang anggota CUKK di pakai untuk dana kampanye, silahkan di cek rekening tabungan, kalau itu berkurang maka itu wajib di periksa dan laporkan kepada pengurus”.

Mikael juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan ada Black Campaign dari orang dari orang-orang yang mengatakan isu yang tidak sesuai dengan fakta yang benar. Mikael menghimbau jangan pernah menyebarkan isu bohong baik melalui media masa maupun media elektronik, selebaran dan lain sebagainya yang tidak benar serta tidak sesuai data dan fakta. “Apabila ada orang atau oknum yang sengaja menyebarkan fitnah, isu sengaja menjelak-jelakkan, maka orang yang bersangkutan akan kami cari, kami telusuri dan akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib supaya di usut berdasarkan hukum yang berlaku karena itu sudah menjadi komitmen kami dan menjadi kesepakatan di tingkat pengurus dan itu harus kami jaga”. Tutupnya. (DK)